WN AS Selundupkan Ganja ke Bali Lewat Pengiriman Keyboard Komputer dari Taiwan

Bandar Bola

WN AS Selundupkan Ganja ke Bali Lewat Pengiriman Keyboard Komputer dari Taiwan – Masyarakat Negara (WN) Amerika Serikat Husein Ashadi Bahri diamankan polisi lantaran mengimpor paket berwujud ganja dari ke Bali. Paket ganja itu diselundupkan lewat pengiriman keyboard pc dari Taiwan.

“Terduga ini amat lihai masukkan ganja ke tisu, alat musik, jadi seakan-akan pengiriman alat musik meskipun sebenarnya narkotika. Kejelian pihak ekspedisi lalu memberikan ke bea cukai,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan waktu jumpa wartawan di Kantor Lokasi DJBC Bali, NTT, NTB di Jl I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (12/2/2019).

Paket ganja itu di kirim dari Taiwan dengan inisial pengirim AH serta penerima RMA serta datang di Bali pada 31 Januari kemarin. Tetapi, RMA mengatakan paket itu adalah titipan punya Husein mendatang ke Bali pada 3 Februari 2019.

Waktu ditimbang berat paket ganja itu beberapa 45,12 gr. Paket ganja itu lalu kirim ke Husein bersama-sama buah-buahan seperti apel serta manggis bersama-sama alat shisa.

“Satunya gunakan layanan ekspedisi sampai di sini ia ingin memanfaatkan lantaran barang buktinya 50 gr. Ia ingin memanfaatkan buat dirinya. Buah ini seakan-akan sekuriti mengantar buah, di dalamnya ada shisa buat mengelabui petugas, jadi kita waktu membeberkan ini kita menyamar menjadi layanan ekspedisi,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Lokasi DJBC Bali, NTB, NTT Untung Basuki menyampaikan Husein diamankan lewat usaha control delivery di area Denpasar. Buat peningkatan masalah, Untung menyerahkannya ke Polresta.

“Kelak terperinci peningkatan dikerjakan kawan-kawan di kepolisian lebih detailnya. Harapannya pasti kita dapat membeberkan aktor intelektualnya,” tuturnya.

Ada dalam jumpa wartawan ini Kepala Otoritas Bandara Lokasi IV Elfi Amir serta perwakilan dari Polda Bali serta TNI. Mereka setuju buat memberantas peredaran narkotika utamanya yang masuk ke Bali.

Dalam masalah ini, Husein dijaring dengan Klausal 103 huruf (c) UU Nomer 17 tahun 2006 perihal Pergantian atas UU Nomer 10 tahun 1995 perihal Kepabeanan j.o Klausal 113 ayat (1) UU RI Nomer 35 tahun 2009 perihal Narkotika. Husein terancam pidana maksimum 15 tahun bui serta denda maksimum Rp 10 miliar.